tes

Categories

Uncategorized (1)

WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck requires Flash Player 9 or better.

About

About the City

222 km from Surabaya, Jember is the centre of economic activity in the eastern region of the province of East Java. Plantations in this area produce coffee, chocolate, and tobacco which is exported to Bremen West Germany the place where tobacco exchange is organized upon the result of cooperation between German and Indonesia.
Golf course with international facilities is located at Glantangan, 25 km from this town, Visit Watu Ulo beach at puger.
Geographical Location

Jember District lies between 6 degrees 59′ 9′- 7 degrees 14′ 33″ east longitude and 7 degrees 59′ 6″ – 8 degrees 33′ 56″ south latitude. Central and southern part of the district is fertile valley, surrounded by mountain which is lies along the north and east borders, Indonesia ocean along the southern part with Nusa Barong island, the only island in Jember District.

Demographic Condition

Basically, Jember District has no native resident which mean most of them are immigrant from other districts. This is because Jember District is still relatively new and developing region that make many people come to make a living. Most of people are Javanese and Madurese and small amount of other local clans and also some foreign citizen. Harmony in inter-clan relationship has shaped a specific characteristic of its people such as dynamic, creative, well-behave and courteous.

A. SEKILAS TTG PERUM PERHUTANI KPH JEMBER
Perum Perhutani merupakan Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ) berada di bawah naungan Depertemen Kehutanan dan Perkebunan, didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun 1972 tentang Pendirian Perusahaan Umum Kehutanan Negara dengan Kawasan Unit I Jawa tengah dan Unit II Jawa Timur. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 2 Tahun 1978, wilayah kerja tersebut diperluas dengan Unit III Jawa Barat. Selanjutnya pendirian Perum Perhutani disesuaikan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 36 Tahun 1986 yang diatur kembali dengan Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 1999 tentang Perusahaan Umum Kehutanan Negara ( Perum Perhutani ). Sejak tanggal 3 Juni 2001, berdasarkan PP nomor 14 tahun 2001 secara resmi status perum Perhutani menjadi PT. Perhutani (Persero) yang dilaksanakan sejak 2 Juli 2001.
Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung No. 07.P/Hum/2001 bentuk hukum PT. Perhutani (Persero) kembali ke Perum Perhutani berdasarkan PP. No.30 Tahun 2003 tanggal 11 Juni 2003.
Perum Perhutani KPH Jember melaksanakan pengelolaan Sumber Daya Hutan dengan prinsip Pengelolaan Hutan Lestari bersama Masyarakat.

B. BATAS WILAYAH KPH JEMBER
Secara Administratif Pemerintah Daerah, keseluruhan wilayah berada di Kabupaten Jember, dibatasai oleh
- Utara : KPH Bondowoso
- Timur : KPH Banyuwangi Barat / Selatan
- Selatan : Samudera Indonesia
- Barat : KPH Probolinggo

C. IKLIM WILAYAH KPH JEMBER
- Type B dibagian Barat / Utara (BKPH Lereng Yang Barat dan Lereng Yang Timur).
- Type C dibagian Utara dan bagian Tengah (BKPH Sumberjambe, Sempolan dan Mayang).
- Type D dibagian Selatan (BKPH Ambulu dan Wuluhan)
Type tanah dibagian Utara type Vulkanik dan bagian Selatan tipe campuran / lain.
Ketinggian tempat berkisar antara 10 – 1.500 dpl
Rata-rata Curah Hujan / Tahun 2.013 mm.
Kelembaban udara (RH) berkisar 63 – 98 %
Temperatur berkisar antara 24 – 26 Celcius

D. POTENSI KPH JEMBER
Berdasarkan hasil inventarisasi dalam rangka menyusun rencana 10 tahun yang dilaksanakan pada tahun 2000,
Luas Kawasan Hutan Perum Perhutani KPH Jember terdiri dari :
- Hutan Produksi seluas : 31135,93 Ha ( 40,96 % )
- Hutan Lindung seluas : 43948,80 Ha ( 57,82 % )
- Hutan Suaka Alam / Hutan Wisata (SA/HW): 20,00 ( Ha 0,03 % )
- LDTI + TBP : 905,84 Ha ( 1,19 % )

Kekuatan utama dari Sumber Daya Hutan yang ada saat ini terletak pada potensi Hutan Jati dan potensi Hutan Rimba yang terdiri dari Pinus, dan Mahoni.

Potensi Hutan tersebut terbagi dalam tiga kelas perusahaan yaitu :
- K.P. Jati : 28.295,87 ha Untuk Produksi Jati : 13.649,53 ha
- K.P. Mahoni : 28.76.,20 ha Untuk Produksi Mahoni : 10.631,60 ha
- K.P. Pinus : 18.324,80 ha Untuk Produksi Pinus 6.809,80 ha
Jumlah : 76.010,57 ha dengan Hutan Produksi 31.135,93 ha

Sedangkan wilayah kerja terbagi atas tiga bagian hutan antara lain :
1.Bagian Hutan Lereng Yang Selatan meliputi BKPH Lereng Yang Barat dan Lereng Yang Timur, merupakan Potensi utama Kayu Rimba Mahoni.
2.Bagian Hutan Sempolan meliputi BKPH Sumberjambe dan Sempolan, merupakan potensi utama Kayu Rimba Pinus.
3.Bagian Hutan Jember Selatan meliputi BKPH Mayang, Ambulu dan Wuluhan merupakan potensi utama penghasil Kayu Jati.

Keadaan Hutan

Keterangan :
- S.A/H.W = Hutan Suaka Alam/Hutan Wisata
- TBP/LDTI = Tidak Baik untuk /Lapangan Dengan Tujuan Istimewa

Upaya Pembangunan hutan yang rusak